Akibat/Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Penyalahgunaan Narkoba Pada Kehidupan & Kesehatan Manusia

Masa remaja adalah masa transisi, dimana pada masa – masa seperti ini sering terjadi ketidakstabilan baik itu emosi maupun kejiwaan. Pada masa transisi ini juga remaja sedang mencari jati diri sebagai seorang remaja. Walaupun saat ini masih terdapat beragam interpretasi tentang definisi remaja, seperti definisi menurut BKKBN bahwa seseorang dikatakan remaja yaitu antara usia 14-20 tahun,. namun setidaknya kita dapat melihat standarisasi seseorang dikatakan remaja, diantaranya ditandai dengan perkembangan, baik fisik, psikologis, dan sosial
Narkotika dan obat terlarang serta zat adiktif / psikotropika dapat menyebabkan efek dan dampak negatif bagi pemakainya. Danmpak yang negatif itu sudah pasti merugikan dan sangat buruk efeknya bagi kesehatan mental dan fisik.
Meskipun demikian terkadang beberapa jenis obat masih dipakai dalam dunia kedokteran, namun hanya diberikan bagi pasien-pasien tertentu, bukan untuk dikonsumsi secara umum dan bebas oleh masyarakat. Oleh karena itu obat dan narkotik yang disalahgunakan dapat menimbulkan berbagai akibat yang beraneka ragam.
A. Dampak Tidak Langsung Narkoba Yang Disalahgunakan
1. Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat beracun.
2. Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik. Selain itu biasanya tukang candu narkoba akan bersikap anti sosial.
3. Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat terlarang.
4. Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi alias DO / drop out.
5. Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal.
6. Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban Tuhan serta menjalani kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya.
7. Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat menyiksa lahir batin.
Biasanya setelah seorang pecandu sembuh dan sudah sadar dari mimpi-mimpinya maka ia baru akan menyesali semua perbuatannya yang bodoh dan banyak waktu serta kesempatan yang hilang tanpa disadarinya. Terlebih jika sadarnya ketika berada di penjara. Segala caci-maki dan kutukan akan dilontarkan kepada benda haram tersebut, namun semua telah terlambat dan berakhir tanpa bisa berbuat apa-apa.
B. Dampak Langsung Narkoba Bagi Jasmani / Tubuh Manusia
1. Gangguan pada jantung
2. Gangguan pada hemoprosik
3. Gangguan pada traktur urinarius
4. Gangguan pada otak
5. Gangguan pada tulang
6. Gangguan pada pembuluh darah
7. Gangguan pada endorin
8. Gangguan pada kulit
9. Gangguan pada sistem syaraf
10. Gangguan pada paru-paru
11. Gangguan pada sistem pencernaan
12. Dapat terinfeksi penyakit menular berbahaya seperti HIV AIDS, Hepatitis, Herpes, TBC, dll.
13. Dan banyak dampak lainnya yang merugikan badan manusia.
C. Dampak Langsung Narkoba Bagi Kejiwaan / Mental Manusia
1. Menyebabkan depresi mental.
2. Menyebabkan gangguan jiwa berat / psikotik.
3. Menyebabkan bunuh diri
4. Menyebabkan melakukan tindak kejehatan, kekerasan dan pengrusakan.
Efek depresi bisa ditimbulkan akibat kecaman keluarga, teman dan masyarakat atau kegagalan dalam mencoba berhenti memakai narkoba. Namun orang normal yang depresi dapat menjadi pemakai narkoba karena mereka berpikir bahwa narkoba dapat mengatasi dan melupakan masalah dirinya, akan tetapi semua itu tidak benar.

BAHAYA NARKOBA TERHADAP REMAJA
Setiap tanggal 26 Juni kita memperingati hari anti Narkoba, beragam acarapun dilakukan, mulai dari seminar sampai kepada yang bentuknya perlombaan dengan tujuan utama mengalihkan para remaja dari kegiatan negatif, namun yang membuat kita sedih dan terenyuh adalah, ketika kita melihat data yang diungkap baik itu oleh pihak kepolisian, Badan Narkotika Nasional maupun lembaga – lembaga penelitian dipastikan jumlah kasus Narkoba mengalami kenaikan dari tahun ketahun, dan yang menambah perih hati ini adalah ketika diungkap bahwa kenaikan pengguna Narkoba itu adalah para remaja. Apa yang terjadi pada mereka (baca: remaja) sehingga mereka begitu sukanya menikmati barang haram tersebut.
Fakta di akhir tahun 2004 tentang meningkatnya jumlah kasus Narkoba yang ditangani Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Selama tahun 2004 polda telah menangani 4.799 kasus meningkat berkisar 1.338 kasus jika dibandingkan dengan kasus narkoba tahun 2003 yang hanya 3.441 kasus. Dan yang cukup membuat kita semua harus berfikir serius adalah ternyata dari kesekian kasus yang paling banyak adalah mereka yang notebene adalah remaja. Data tahun 1999 – 2003 dari Badan Narkotika Nasional (BNN) jumlah tersangka Narkoba yang berusia 16 – 19 tahun berjumlah 2.186 tersangka, usia 21 – 24 tahun berjumlah 6.845 tersangka, usia 25 – 29 tahun berjumlah 5.673 tersangka. Ada apakah di balik semua ini..?. Masih menurut data Badan Narkotika Nasional, disana tergambar grafik kerawanan daerah pada tahun 2003, daerah terawan adalah Jawa Timur kemudian disusul DKI Jakarta, Daerah Jawa Barat menempati urutan ke empat setelah Sumatera Utara. Angka – angka itu akan terus mengalami peningkatan kalau tidak ada penanganan yang serius dan sungguh – sungguh terutama pada kalangan remaja. Dimana kita sama – sama tahu akan rawannya resistensi mereka terhadap ”serangan mahluk asing” yang sangat membahayakan tersebut. Sementara itu harapan satu – satunya kita terhadap kemajuan bangsa dan masa depan negeri ini ada pada mereka (baca: remaja).
Generasi masa depan dalam terminologi Ilmu Psikologi Perkembangan Jiwa dikenal dengan istilah REMAJA. Dipundak merekalah diletakkan kata kunci baik dan buruk serta hancur dan tidaknya peradaban masa depan. Hal ini memberikan pengertian bahwa upaya untuk menyiapkan serta meniti pembinaan kepada mereka mutlak harus dilakukan dengan serius dan berkesinambungan. Kekhawatirkan terhadap nasib generasi masa depan sebenarnya cukup beralasan karena panah waktu begitu cepat bergulir, zaman terus bergerak dengan benturan-benturan yang tak tentu arahnya. Kita semakin tidak dapat membedakan mana budaya asli dan mana budaya asing, semua perilaku anak manusia mulai sarat dengan kepentingan-kepentingan baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Apabila fenomena ini tidak dicermati dan dicarikan solusi, maka sedikit demi sedikit kita terutama generasi mudanya akan mengucapkan selamat tinggal kepada masa depan. Salah siapakah ini..?
Untuk saati ini kita tidak perlu mencari kambing hitam siapa yang salah, akan tetapi yang dibutuhkan kita sekarang adalah bagaimana kita bisa bekerjasama baik itu para orang tua, pemerintah, sekolah dan LSM untuk memerangi Narkoba karena sangat membahayakan bagi potensi remaja. Kenapa begitu seriusnya persolan bahaya Narkoba terhadap remaja harus kita bahas, menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) dari berbagai jenis Narkoba ada beberapa efek bahaya yang akan dialami remaja ketika sudah merasakan dan menikmat barang haram tersebut , diantaranya akan menimbulkan pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara, kerusakan penglihatan pada malam hari, mengalami kerusakan pada liver dan ginjal, peningkatan resiko terkena virus HIV dan Hepatitis dan penyakit infeksi lainnya serta yang lebih menyeramkan adalah kematian. Belum lagi kalau bicara masa depan para remaja pengguna Narkoba, jelas mereka akan merasa tidak memiliki Self Confidence (percaya diri) karena saraf dan otaknya terkena. Apakah mereka para remaja tidak tahu akan bahaya Narkoba, sehingga mereka menggunakan barang terlarang tersebut..? Jawaban dari pertanyaan tersebut akan kita temukan kalau kita coba melihat fenomena remaja dan Narkoba.
Mereka bukannya tidak tahu, bahkan yang terjadi mereka terkadang lebih tahu dari pada kita, baik itu jenis, cara penggunaanya dan termasuk bahaya yang akan ditimbulkan ketika memakai barang tersebut , lalu kenapa mereka terkena dan sampai menjadi candu Narkoba.?. Ingatkah kita ketika masih remaja, dimana rasa ingin mencoba dan penasaran itu lebih besar ketimbang sifat rasionalnya, apapun yang menjadi tema sentral dimasyarakat mereka akan cari tahu dan kemudian mendekat lama kelamaan mereka akan menjadi teman akrabnya, dan kalau sudah seperti ini,maka mereka akan kehilangan kendali dan butuh waktu untuk mengembalikan mereka seperti sedia kala. Itulah mungkin yang dialami para remaja kita, pernyataan tersebut bukan menjustifikasi akan apa yang dilakukan oleh mereka itu benar adanya, tapi lebih kepada bagaimana kita memahami fenomena mereka secara utuh, sehingga dari pemahaman utuh inilah kita mampu menemukan dan melakukan tindakan yang teapat dalam upaya menyelamatkan para remaja dari narkoba.
Ketika mereka terjerumus dalam lembah hitam, beberapa diantara kita menyalahkan mereka lalu kemudian menjauhi mereka, padahal kita sendiri tahu bahwa mereka adalah korban zaman, korban pergaulan yang tidak terarah, korban globalisasi dan korban para kapitalis yang memang sengaja ingin menghancurkan bangsa ini melalui pintu remaja, karena sangat gampang dan longgar sekali. Alangkah lebih bijaknya kita berupaya menemukan cara dan upaya yang tepat sehingga kasus demi kasus dapat diminimalisir mungkin. Penulis bersyukur ketika BNN mengeluarkan kebijakan terkait dengan penanggulangan Remaja dari Bahaya Narkoba, diantaranya.
Pertama, untuk pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran barang haram tersebut, maka diperlukannya SDM yang profesional dengan melakukan pelatihan dan pembinaan baik formal maupun nonformal. Kedua, penegakan Hukum, ini yang menurut kami urgen dan mendesak, dalam artian bukan hanya peraturannya saja akan tetapi lebih kepada keseriusan dari pihak penegak hukum itu sendiri, sehingga mereka baik itu yang memakai lebih – lebih pengedar akan jera dan takut ketika akan melakukan harus berurusan dengan pihak polisi akibat narkoba. Ketiga, perlunya dibuat balai penelitian terpadu yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk penelitian dan pengembangan sistem dan metode terapi dan rehabilitasi dalam penanganan kasus Narkoba. Keempat, Komunikasi, Informasi dan Edukasi hendaknya media massa baik elektronik maupun cetak, termasuk kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan secara optimal terkait informasi kepada masyarakat secara luas.
Disamping itu pula peran dari orang tua dalam memberikan pola dan metode pendidikan sangat penting, terkadang fakta di lapangan orang tua membiarkan begitu saja anaknya dalam soal pergaulan tanpa adanya proses pengawasan yang maksimal, sehingga mereka (baca:remaja) menjadi ”liar” dalam pergaulan, kalau sudah begini maka yang terjadi adalah pola hidup yang asal dan tidak terawat, karena mereka merasa tidak ada yang mengawasi. Namun demikian, pengawasan saja tidaklah cukup, kenapa demikian.? Karena menurut hemat penulis, seketat apapun pengawasan kita, pasti memiliki terbatas baik secara fisik maupun sarana,maka dari itu kita juga harus memberikan tauladan kepada mereka para remaja, baik dalam ketaatan menjalankan agama, tingkah laku yang sopan dan baik serta memposisikan anak bukan sebagai obyek akan tetapi sebagai teman sebaya, dari metode seperti para remaja tidak akan mencari tempat atau orang lain untuk berkonsultasi perihal persoalan yang dia hadapi.
Akibat ketidaktahuan dalam perihal metode mendidik anak juga menjadi salah satu faktor kenapa mereka para remaja terjerembab dalam lingkaran budaya – budaya negatif terutama Narkoba. Data – data yang telah diungkapkan di atas hendaknya menjadi bahan perenungan kita bersama, karena nasib masa depan bangsa dan negara ini ada di tangan mereka, jikalau mereka seperti itu, maka jangan terlalu berharap banyak akan adanya kemajuan. Sebuah usaha untuk mempersiapkan generasi masa depan yang mampu mempunyai kualifikasi moral dan intelektual bukanlah perkerjaan yang sederhana. Ini adalah pekerjaan yang sulit karena menyangkut suatu rekayasa peradaban yang berdimensi imaterial, yang secara empiris sulit untuk dicerna. Bukti telah berbicara, walaupun lembaga-lembaga pendidikan telah banyak berdiri dan menjamur dimana-mana dengan ciri khas metode pembelajarannya masing-masing, tetapi bersamaan itu pula masih terjadi sesuatu yang berada diluar perhitungan kita.
Disamping peran para orang tua, faktor hegemoni budaya juga sangat berpengaruh terhadap maraknya kasus narkoba yang terjadi pada remaja saat ini, dimana mereka membuat racun yang dikemas menjadi madu, sehingga membuat para remaja tergiur yang pada akhirnya sampai ketagihan. Lalu, apakah kita hanya mencela mereka tanpa berbuat apapun…?, Tidak, kita harus berbuat sesuatu, dan harus bekerjasama dengan semua elemen masyarakat. Bahaya narkoba begitu mengerikan untuk masa depan para remaja dan bangsa ini. Semoga kita tetap serius dan bersungguh – sungguh untuk melakukan upaya pembebasan remaja dari bahaya narkoba sehingga mereka akan menjadi remaja – remaja yang produktif dan berdayaguna demi kemajuan agama, bangsa dan negara, amin. Wallahu’alam.
(Oleh Karnoto, Direktur LSM Remaja, BeST Institute. Tulisan ini juga sebagai salah satu bahan untuk pembuatan buku Remaja)
